Minggu, 31 Juli 2022

ONE DAY IN THE NEW RUSH (PART I)

Assalamualaikum sobat literasi dimanapun kalian berada, lama tak besuo kata orang-orang,  maaf baru bisa menulis lagi karena kesibukan yang sebenarnya tak seberapa hehe...

            Minggu ini keluarga besar IKRH mendapat tiga kabar duka sekaligus, pertama meninggalnya ustadz Mukhlis Mubarak kemudian disusul oleh ustadz Harmain dan belum lama ini abangda tercinta Akhi Mahyal Fahri, semoga mereka mendapatkan tempat terbaik disis Allah SWT, Aminnnn...Alfatihahhh.

            Singkat cerita malam ini tahlilan malam ketiga almarhum ustadz Harmain di Pondok Mawaridussalam di daerah Kualanamu, masuk pesan singkat dari komandan ginting sekitar pukul 09.30 wib di group whatsapp IKRH untuk berkunjung ke Mawaridussalam menghadiri tahlilan, dalam hati berkata "ingin rasanya ikut bersama rombongan ke Mawaridussalam" untuk melepas rindu, karena rasanya melihat Mawaridussalam sekarang seakan berada di Raudhatul Hasanah Tempoe Doeloe....

            Karena masih ada pekerjaan rasanya enggan membalas pesan dari komandan Ginting karena di pastikan tidak bisa ikut ke Mawaridussalam, tak lama kemudian ada panggilan masuk dari komandan Ginting,

"Assalamualaikum" sapa komandan

"Waalaikumsalam" jawab ku

"Ada kegiatanmu hari ini Jack?" tanya komandan dengan tidak basa-basi, karena kebiasaan beliau selalu to tha point, jarang sekali ada muqaddimahnya dulu, melalui percakapan singkat itu aku berbohong dengan tidak ada kerjaan demi bisa ikut, 

Betapa maha mendengarnya Allah SWT ketika hambanya mempunyai keinginan langsung di gerakkan hati komandan Ginting untuk menelpon hambanya yang kepingin ikut ke Mawaridussalam, itu lah yang dinamakan rezeki anak sholeh hehehe...

            Kami janjian bertemu di ujung titi Tamiang pukul 14.00 wib, sudah terparkir New Rush abu rokok di ujung titi Tamiang, betapa terkejutnya saat kubuka pintu belakang sudah duduk di dalamnya Akhi Irham dan bg Luqman, aku duduk di tengah di apit dua ustadz dengan macam keilmuannya, sebelah kiri Akhi Irham dan sebelah kanan bg Luqman, di depan ada ustadz Joni dan yang menyetir sudah tau dong siapa?, sebenarnya sebelum buka pintu aku sudah tau orang-orang yang ada di dalamnya, hanya agar tulisanku lebih dramatis, jadinya aku tulis seolah-olah terkejut ketika membuka pintu, dan juga pengalihan isu karna sebenarnya aku sudah menunggu di ujung Titi dari selesai sholat dzuhur dan mobil Rush itu sampai kira kira pukul 14.30 wib, seperti medianya Pemerintah saat ini ketika ada isu yang besar di tutup-tutupi dengan isu kecil yang di besar-besarkan, kalau kuceritakan yang sebenarnya nanti aku kualat hehe, maaf ustadzziiiii....

Okay.. tadi itu Muqaddaimahnya, sekarang cerita kita mulai....

            Benar memang dunia tak seluas daun kelor, kami berhenti untuk sholat ashar di Keripik Cinta, karena ada usul bisa santai sambil menikmati keripik gratis, nasi gratis dan kopi gratis dong tentunya, eh...bertemu disitu dengan bg Ucok orang kualasimpang yang juga mampir disitu, aku tak kenal dengan bg Ucok, tapi usatdz-ustadz yang duduk di sebelahku dalam mobil tentu terkenal lah, itulah nikmatnya jadi ustadz, dimana bumi di pijak disitu ada aja orang yang menyapa, ngobrol di depan dapur kripik cinta sambil menikmati tarian dari anak-anak yatim piatu yang di kelola oleh owner kripik cinta, dalam hati "mulia sekali pengelola kripik cinta".

            Saat ingin beranjak, bg Ucok bertanya tentang tujuan kami, karena profesi bg Ucok seorang supir, dia seolah memberi saran jalan agar tidak tersesat di jalan Tol, dengan bangganya kami memperkenalkan dua orang medan yang sedang menyetir dan menjadi navigator di sebelah supir, bg Ucok pun "Ohhhh.. yasudah lah kalau begitu", kami pun melanjutkan perjalanan mengingat agar dapat sholat maghrib di Mawaridussalam.



        Ceritanya masih panjang, masih banyak cerita misterius di jalan Tol, kita sambung Part II ya?... Komen di kolom komentar ya tentang pendapat kalian.

            

PKU Angkatan 12 Aceh Tamiang

 Jam 07.00 wib tanggal 20 juni 2025 seluruh peserta Pelatihan Kader Ulama di wajibkan hadir di hotel Grand Arya Aceh Tamiang untuk register ...