Kamis, 17 Juli 2025

PKU Angkatan 12 Aceh Tamiang

 Jam 07.00 wib tanggal 20 juni 2025 seluruh peserta Pelatihan Kader Ulama di wajibkan hadir di hotel Grand Arya Aceh Tamiang untuk register peserta, kata panitianya gitu sih, aku sampai jam 06.45 wib, masyaallah aku peserta ketiga yang hadir dari 30 peserta lainnya, yang pertama hadir tengku siddik dari utusan kecamatan manyak payed, yang kedua hadir tengku khadafi dari sementok, dan aku yang ketiga, ini lah cikal bakal orang yang juara 1,2,3 dalam pelatihan ini wkwkwk.

Mulai lah ku perkenalkan diriku dengan 2 peserta itu, masih teringat tengku siddik di antar oleh ibunda nya dan sebelum berpisah untuk 20 hari tak lupa cipika cipiki di depan aula hotel Grand Arya, hubungan antara orang tua dan anak yang harmonis.

Dan ternyata sudah jam 08.00 acara belum juga mulai, ternyata jam karet itu benar benar ada, mulai lah berdatangan satu persatu peserta PKU lainnya tak bisa kuceritakan satu per satu karena belum kenal, nampak lah dari kejauhan sosok ustad Fahmi Mustawa, orang ini lah yang membuat pergantian teman sekamar atas dasar mau sama mau, karena dia ingin sekamar dengan tengku syuja', cikal bakal yang membuat susah panitia mencari keberadaan mereka berdua karna terlambat masuk kelas di hari kedua wkwkwk

Hari-hari pun berlalu di kamar hotel, dari jam 08.00 wib sampai jam 17.00 wib adalah waktu belajar dengan pemateri pemateri yang cukup bagus dan kompeten di bidangnya, suasana seperti di pesantren atau dayah dulu ketika masih jadi santri, semakin hari 30 peserta ini semakin akrab, alhamdulillah cepat akrab walau latar pesantren atay dayah yang berbeda, mungkin karena semua peserta pernah menjadi santri walau dari latar belakang pesantren atau dayah yang berbeda beda, tapi keakraban itu sangat kental terasa,serasa sudah lama kenal, mungkin juga satu frekwensi karna pernah jadi santri.

Ketua kami ustadz Zulkarnain lulusan Mustafawiyah Purba Baru yang memiliki peranan penting dalam kegiatan PKU kami, dia lah sosok yang selalu mengabarkan di group WhatsApp kalau pemateri sudah datang dan kami masih tidur di kamar hotel, tak jarang juga dia mengetuk kamar kami satu persatu untuk menyegerakan hadir di kelas, luar biasa ketua kami satu ini. kelas lah pokoknya kalau jadi pemimpin, sosok nya yang berwibawa wajib kita acungkan jempol untuk ketua.

Kemudian wakil ketua kami ustadz Ziad Al Ariq, lulusan Mustafawiyah Purba Baru , satu angkatan sama ketua katanya, dia juga sekaligus ketua IpnU ikatan pelajar nahdhatul ulama, luar binasa wakil ketua, tapi keberadaannya kadang ada kadang tiada, kadang juga ketua yang suka bangunin wakil di kamar, hobinya main pes tapi selalu kalah.

Bg Amin, sosok ayah bagi kami, bukan tanpa dasar dia di bilang sosok ayah, tapi di usianya yang ke 30 tahun dia sudah memiliki 3 orang anak yang sangat mirip mirip dengan nya, sekaligus dia abang kandung dari ketua, walau sekamar dengan Ketua kami tapi tetap saja kadang kadang keberadaannya sering kami pertanyakan, tapi selalu lolos dari panitia kecuali ketika sedang sakit, tetap lulusan dari Mustafawiyah.

Anggi, teman sekamarku yang pendiam, yang kalau ngomong jika ada abang angkat nya bg Amin, untung juga ada anggi teman sekamar jadi jarang telat karna dia selalu on time, dia juga partner nya Ziad kalau main pes tapi selalu menang, satu pesantren dengan abang angkatnya bg Amin di mustafawiyah, katanya pernah di tempeleng ketua pada saat jadi santri karena ketahuan merokok.

Tengku Abdurrahman, aku lupa lulusan mananya, tapi sosoknya pendiam, diam diam juara 1 di ujian soal tentang ekonomi syariah dan dapat hadiah jam dari pemateri yang ada logo OJK nya, teman sekamarnya Ziad, dia juga seorang guru di pesantren daerah benuaraja, suka ngopi di Bro Kopi.

Fahmi Mustawa, tsanawiyahnya di Al Fuad seruway dan aliyahnya di islamic center Medan, hobi ngajak sparing peserta PKU main Mobile Legend, suka tidur di kamar dan di kelas, dia lah yang beri gelar kepada khadafi dengan gelar tengku saber, abang nya seangkatan aku di RH wajah nya mirip abang nya, kelakuannya aja yang enggak wkwkw, tapi dia hafizh qur'an Masyaallah.

Rifqi Siddiq, duduk paling depan, hadir pada saat hari pertama register paling cepat, usia paling muda ,selalu disiplin dan paling suka kasih pertanyaan ke pemateri apa lagi waktu jam kelas mau habis, mulai lah botol botol aqua berjatuhan pertanda jam belajar sudah habis, lulusan dayah cot trueng, gak salah kalau juara 1 di PKU angkatan 12, dan juga juara main pes, belum ada peserta PKU yang kalah kan dia main pes.

Aulia Firdaus, kalau di rumah di panggil Aulia, kalau di islamic center di panggil aceh, kalau di dayah di panggil daus, bebas panggil dia apa aja gitu katanya, lulusan dayah mudi mesra samalanga, mau nyambung S2, kamarnya jadi tempat tongkrongan ustadz ustadz gaul, jalan nya agak ngengkang kayak orang baru sunat, pintar tapi pendiam sekali ngomong gak ada waqaf nya agak agak kocak.

Sebelahnya tengku Fakhrurrazi dari dayah yang sama Mudi Mesra Samalanga, soal keilmuan jangan diragukan, apalagi ilmu editor video kocak paling jago, sekamar sama Aulia, hobi karokean di Aula tapi di stop sama petugas hotel karna suaranya fales, atau lebih ke males dengar nya wkwkw, paling segan sama tengku Ridwan Katanya.

Tengku Ridwan atau tengku Mid Only, main ML cuma bisa pakek louyi, kalau pakek yang laen nub, lulusan Mudi Mesra Samalanga, seniornya Aulia dan Fakhrurazi di dayah, tawadhuk nya bukan main padahal soal keilmuan luar biasa, ilmu memikat hati wanita yang belum punya.

Tengku Khadafi alias Tengku Saber, julukan yang melekat yang di kasih Fahmi Mustawa, karna cuma bisa main pakai Saber, sekamar sama tengku Ridwan, kata tengku Ridwan kalau malam sering di cekek sama Tengku Saber, lulusan nya gak tau karena pernah Custom pakai silvana mati 18 x.

Tengku Syuja', lulusan Al Fuad seruway, hobi main ML, PUBG dan lain lain, teman sekamar Fahmi Mustawa, yang selalu telat makan pagi, di kelas kalau gak tidur main magic chese, sesekali ke kamar mandi pada saat jam belajar untuk ngerokok, balek lagi kemeja sambung tidur, dan anehnta begitu pemateri buka sesi tanya jawab, makhluk ini selalu angkat tangan untuk bertanya masyaallah kok bisa ya.... hidupnya aman tentram kecuali masalah percintaannya dengan Pororo, masalah nya ada aja masalah, cerita Syuja' panjang kalau mau lengkapnya ayok ngopi di Bro.

Masih part 1 yang belum kesebut namanya nantikan part berikutnya...


Assalamualaikum.wr.wb



Rukun Dalam Beragama

Sepanjang kita hidup bapak-bapak ibu-ibu, sejauh mana kita mengenal agama islam ini, apakah kenal kita kepada anak kita mengalahkan kenal kita kepada agama?

Maka dalam kesempatan yang singkat ini izin kan saya mencoba mengkaji dasar agama kita, agar kita lebih kenal kepada agama kita. 

Dalam beragama kita harus tau rukun, ada yang namanya rukun agama bapak ibu sekalian, apa itu rukun agama? 

Baik sebelum kita membahas apa yg di maksud rukun, saya akan bahas sedikit tentang rukun agama.

Rukun agama yg pertama adalah iman, apa itu iman? Secara bahasa iman itu kepercayaan, namun kalau kita kaji lebih dalam, iman ini sesuatu yg abstrak yg gak bisa orang lihat selain diri kita sendiri, karna untuk mengetahui iman kita butuh perasaan untuk merasakan keberadaan iman tersebut, ada tiga hal yg harus ada dalam diri kita untuk benar benar beriman, yang pertama pembenaran dengan hati, kemudian pengakuan dengan lisan, yg ketiga beramal dengan anggota tubuh maksudnya perbuatan, jadi kalau hati sudah beriman pada Allah dan lisan sudah mengikrarkan iman kepada Allah tapi perbuatan belum mendekat kepada akhlakul karimah maka belum sempurnalah iman itu, maka jika unsur tiga ini tidak lengkap maka tidak sempurnalah iman kita. Dalil Al Hujurat ayat 15
انما المومنون الذين آمنوا باالله ورسوله ثم لم يرتابوا وجاحدوا بأموالهم وانفسهم في سبيل الله أولَٸك هم الصادقون
Artinya : sesungguhny org yg beriman adalah orang orang yang hanya beriman kepada Allah dan Rasulnya, kemudian mereka tidak ragu ragu dan berjihad  dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah, mereka itu lah orang orang yang benar. 

Maka artinya iman dengan hati saja tidak cukup di katakan iman.


Rukun agama yang kedua adalah Islam, setelah beriman maka rukun kedua islam, yg di maksud dengan islam iyalah ibadah kita, shalat, puasa, zakat, dan yg terpenting adalah kita beribadah sesuai tuntunan ilmu fiqh, maka wajib hukumnya untuk kita belajar tentang ilmu fiqh, agar ibadah kita sempurna, agar sholat kita punya dasar yg kuat, kenapa takbir, kenapa ruku, kenapa duduk antara dua sujud, mana yang wajib mana yang sunnah, mana sunnah hay'at mana sunnah ab'ad,  itu semua kita pelajari dalam ilmu fiqh, itu lah yg dimaksud islam, ibadah yg punya dasar ilmu. Makanya rukun islam isi nya semua tentang ibadah. Dalil hadis muslim no 8


rukun agama yg ketiga ialah ihsan, apa itu ihsan? jadi ihsan ini lebih dekat kpd hubungan kita kepada manusia, jadi ihsan ini implementasi dari pada rukun sebelumnya setelah iman sudah kita fahami, islam sudah kita jalankan maka agar sempurna agama kita berbuat baik lah sesama manusia, itu lah ihsan. 

Maka rukun agama yg pertama iman yang kedua islam yang ketiga ihsan. Setelah beriman percaya kepada Allah subhana wata'ala maka kita berislam dengan menjalankan perintah2 ibadah nya, kemudian setelah ibadah nya kita jalankan sebagai muslim dengan benar maka ihsan lah yg menjadi tolak ukur dari dua rukun agama sebelumnya, seperti firman Allah dalam surat al an kabut ayat 45, sesungguhnya shalat itu mencegah dari pada perbuatan keji dan mungkar.

 
Terakhir bapak ibu, apa yg di maksud dgn rukun? ,rukun itu ibarat bangunan ada pondasi ada tiang ada atap, maka jika salah satu tidak ada  tidak sempurnalah rukun tersebut, iman itu ibarat pondasi, islam sebagai tiang, ihsan ibarat atap, kalau pondasi kuat maka tiang pun kokoh, kalau tiang nya kuat maka atap pun tak tergoyahkan, jika satu diantara yg dimaksud rukun ini kurang maka tidak sempurnalah rukun

Sabtu, 25 Februari 2023

PASCA ISRA'MI'RAJ NABI MUHAMMAD SAW

 Assalamualaikum Wr.Wb

Hai sobat literasi dimanapun berada, gimana ni uda baca apa aja akhir-akhir ini, jangan sampai hilangkan kebiasaan membaca ya, karena yam au tidak mau membaca lah jendala dunia, walaupun tradisi membaca sudah kalah jauh sih dengan dunia vloger sekarang. Yaudah gas ajalah ceritanya, ini sih cerita seputar isra’mi’raj ya sobat literasi, admin hanya mencoba mengilustrasikan logika seputar isra’mi’raj nya nabi Muhammad SAW sesuai kemampuan ilmu admin yang di ajarkan oleh guru-guru. Koreksi jika ada kekliruan di bawah ya…

                Setelah peristiwa Isra’Mi’raj, baginda nabi Muhammad SAW bingung untuk menceritakan peristiwa itu kepada umatnya kala itu, beliau duduk sendiri di masjidil haram merenungkan apa yang telah di alaminya semalam, seketika Abu Jahal melintas dan melihat Rasulullah tengah duduk sendirian dan menghampirinya maksud mengolok-olok Rasulullah.

                “Tak adakah lagi hal (wahyu) yang datang kepadamu?”, Tanya Abu Jahal mengolok-olok

                “Memang aku telah di Isra’kan ke Baitul Makdis di syam (suriah) tadi malam”, jawab Rasulullah sambil mengangkat wajahnya melihat Abu Jahal.

                “Dan kau sekarang telah berada lagi di antara kita?”, Ujar Abu Jahal

                “Benar”, jawab Raslullah.

                Abu Jahal sudah tak sabar untuk mempermalukan Rasulullah di hadapan orang-orang Makkah, Abu Jahal berupaya mengumpulkan penduduk Makkah dengan kesepakatan kalau Rasulullah harus menceritakan apa yang telah dia alami tadi malam dan Rasulullah pun setuju, Abu Jahal pun semakin bersemangat untuk mengolok-olok Rasulullah di depan umum karena pasti penduduk Makkah akan menganggap Rasulullah gila dengan perjalanan Isra’Mi’rajnya. Singkat cerita Rasulullah pun bercerita di depan penduduk Makkah atas perjalanan Isra’Mi’rajnya, pada saat itu penduduk Makkah terbagi kepada 3 Golongan.

                Golongan yang pertama adalah golongan yang tidak percaya, mereka menganggap Rasulullah berdusta, mengarang ngarang cerita, karena tidak mungkin perjalanan Isra’Mi’raj dari Makkah sampai ke Palestina kemudian sampai lagi di Makkah dalam waktu semalam.

                Golongan yang kedua adalah orang yang ragu-ragu, antara percaya dan tidak, karena yang menceritakan itu adalah Nabi Muhammad SAW yang di kenal Al-Amin di kalangan penduduk Makkah, mau tidak percaya tapi Muhammad SAW orang yang tidak pernah berdusta, mau percaya tapi itu tidak masuk akal, maka disebut sebagai golongan yang ragu-ragu.

                Golongan yang ke tiga adalah golongan orang-orang yang percaya pada peristiwa Isra’Mi’raj, salah satunya ialah Abu Bakar As-Shiddiq, sehingga Abu Bakar berkata “kalau lah ada cerita yang lebih dahsyat dari pada itu yang diceritakan Muhammad maka aku akan percaya” sejak peristiwa itu lah Abu Bakar mendapat gelar As-Shiddiq.

                Mari kita bahas satu-persatu, mengapa penduduk Makkah tidak percaya atas peristiwa Isra’Mi’raj, alas an mereka ialah tidak masuk akal atau tidak logis, karena perjalanan dari Makkah ke Palestina saja jika menggunakan kendaraan tercanggih kala itu, sebut saja kuda tercepat, maka akan memakan waktu 3 bulan untuk sampai ke Palestina, perjalan pulang dari Palestina ke Makkah 3 bulan, butuh waktu 6 bulan untuk pergi ke Palestina dan kembali lagi ke Makkah, lalu bagaimana mungkin Rasulullah bisa sampai ke Palestina dan kembali ke Makkah dalam waktu semalam, banyak dari penduduk Makkah tidak percaya.

                Sekarang  kita bahas kendaraan Rasulullah saat Isra’Mi’raj, yaitu Buraq yang tercipta dari cahaya, penduduk Makkah kala itu tambah tidak percaya lagi tentunya…..

                Berabad-abad setelah peristiwa Isra’Mi’raj, barulah para ilmuan banyak yang mengukur kecepatan cahaya, sekitar tahun 1700-an banyak ilmuan berasumsi tentang kecepatan cahaya dengan melakukan berbagai macam percobaan, yang paling tepat kecepatan cahaya adalah 300.000 km/detik, jarak dari Makkah ke Palestina kurang lebih 1.500 km, berarti Rasulullah tidak sampai sedetik untuk sampai ke Palestina kalau menurut ilmu kecepatan cahaya yang sudah banyak di uji salah satunya Albert Einstein.

                Mari kita buktikan secara logika dengan perkembangan teknologi zaman sekarang, bukankah pesan whatsapp yang kita kirim dari Indonesia ke Makkah bisa sampai detik ini juga?, padahal jaraknya beribu kilometer, tapi jika di ceritakan kepada penduduk Makkah 14 abad yang lalu mereka tidak akan percaya. Bukan kah jika kita menelpon teman atau saudara di Makkah maka suara kita detik ini juga terdengar di Makkah?, tapi jika di ceritakan kepada penduduk Makkah 14 abad yang lalu mereka tidak akan percaya, apalagi jika di ceritakan ada besi yang beratnya mungkin berton-ton tapi bisa terbang di udara dan membuat manusia hanya butuh waktu 8 jam untuk sampai ke Makkah dari Indonesia?, jika di ceritakan itu kepada orang yang hidup 14 abad yang lalu mereka tidak akan percaya.

                Lalu timbul pertanyaan, kalau benar Nabi Muhammad SAW menaiki burok yang tercipta dari cahaya dan tak sampai 1 detik untuk sampai ke Palestina apakah tubuh Nabi Muhammad SAW tidak hancur?, yang perlu kita ingat adalah Rasulullah Isra’Mi’raj dengan kekuatan Allah SWT, bukan dengan kekuatannya, Allah SWT lah yang telah mengisra’kan Rasulullah, orang kafir tentu tidak percaya, sekali lagi kita bermain logika, saya berangkat dari Aceh Tamiang ke langsa dan membawa seekor semut di kantong saya, kemudian kembali lagi ke Aceh tamiang memakan waktu 2 jam dengan semut yang masih ada di kantong atau saku saya, kemudian sampai di Aceh Tamiang semut itu bercerita kepada teman semut-semut yang lain tentang perjalanannya ke Langsa dua jam yang lalu, kawanan semut akan tidak percaya seraya berkata mana mungkin kamu melakukan perjalanan dari Aceh Tamiang ke Langsa dan kembali lagi kesini dalam waktu 2 jam.

                Intinya adalah tak ada yang harus kita ragukan apa yang telah di sampaikan baginda Nabi Muhammad SAW jika kita beriman seperti golongan penduduk Makkah kala itu yang beriman dan percaya atas perjalan Isra’Mi’raj, dan yang terpenting dari perjalan itu bagaimana kita mesti memuliakan masjid karena Nabi Muhammada SAW Isra’ dari masjid ke masjid, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga ke Baitul Maqdis, dan pada peristiwa Isra’Mi’raj lah pertama kali Nabi Muhammad SAW mendapat perintah sholat.

                Sekian dulu sobat literasi, Admin malam mingguan dulu ya,,, hehehe, jangan lupa sholat ya sobat….. Assalamualaikum Wr.Wb



Kamis, 22 Desember 2022

HARI IBU DI PESANTREN AR RAUDHATUL HASANAH

 

            Kalau mengingat hari ibu, tepatnya hari ini, aku jadi teringat semasa di pondok beberapa tahun silam, dari ribuan teman atau santri ada satu santri yang aku ingin katakana paling  keras kepala yang aku kenal, tak perlu ku sebut namanya, anggap saja namanya Budi.

            Dia mengaku sangat tidak suka pada sosok ayahnya, bahkan kerap kali dia bermimpi menjadi sosok power ranggers seperti tokoh film jepang anak-anak, Budi yang tengah bermimpi menjadi power rangers sedang bertarung dengan sosok monster yang siap menghancurkan bumi, dan yang mengagetkan adalah, si monster ternyata ayahnya sendiri, kebanyakan nonton film hari minggu nih anak, atau lupa baca do’a sebelum tidur.

            Bertepatan dengan hari ibu yang katanya untuk memperingati ibu di seluruh dunia, timbul lah satu pertanyaan aneh dari si budi, “kenapa ada hari ibu di dunia ini?”, saat itu kami sedang berondok di gedung Al-Azhar karena tidak pergi ke masjid, seingatku itu waktu ashar, hanya agar dapat olahraga lebih awal dari yang lain, untuk alas an yang logis tapi tak bermoral Budi dan aku rela berondok di gedung papan yang penuh meja dan bangku itu, separuh atasnya terbuka menghadap langit sebagai fentilasi tanpa jerjak.

            Mendengar pernyataan aneh itu sontak aku terdiam, tapi ada sedikit kesal dalam hatiku, setahu ku dia hanya tak suka pada ayahnya tapi kali ini kenapa hari ibu pun jadi masalah buatnya, spontan aku menjawab “mungkin karena nabi bilang berbakti kepada ibumu 3 kali baru ayahmu” tiba-tiba berhamburan santri-santri dari tangga-tangga masjid, kami pun berlari secepat mungkin menuju asrama bergegas ganti baju olahraga.

            Bagaimana kami tidak bahagia, walaupun mala mini muhadharah tapi ini malam jum’at, tentu besok tanggal merahnya pondok, hari jum’at menurutku hari paling dinanti semua santri, kami duduk di kukhun usai muhadharah.

“Ente Budi kenapa tak setuju ada hari ibu?” tanyaku perihal tadi siang,

“seperti kata ente tadi siang, nabi Muhammad SAW pun mengingatkan kita berbakti kepada ibumu sampai 3 kali baru ayahmu” jawabnya santai dengan gaya intelektualnya,

“Oh…maksud ente harusnya ada 3 hari dalam setahun kita memperingati hari ibu?” jawabku polos,

“Memang otakmu baling ya!” jawabnya sambil terkekeh,

“aku Cuma bias nulis bud, kalau mikir-mikir yang begitu loding ku lama” jawabku membuat kami berdua terkekeh,

“Gini ya,.. kita kan baelajar bahasa arab, sekarang aku mau nanyak, bahasa arabnya buku apa?” Tanya Budi,

“Kitabun” jawabku,

“Kalau 2 buku?” Tanya Budi,

“Kitabaani” jawabku santai,

“Kalau bukunya lebih dari 2?” Tanya Budi,

“Jama’ ‘kutuubun’” jawabku masih santai,

“nah itu pinter, kalau bukunya 4?” Tanya Budi lagi,

“Masih menggunakan jama’ juga ‘kutuubun’” jawabku masih bingung,

“Makin pinter, sekarang kamu tau kan kenapa nabi nyebut ibu sampai 3 x?” Tanya Budi membuatku semakin bingung.

            Perbincangan pun terhenti karena Jaros berbunyi, sebelum tidur aku terus berfikir keras dengan pernyataan Budi tadi yang sedikit liar, tapi lama-lama ku piker masuk akal juga, kalau nabi mengingatkan untuk berbakti kepada ibu hanya sekali atau dua kali artinya masih terbatas, tapi nabi sebutkan tiga kali ibumu….ibumu….ibumu…., emang benar sih di dalam bahasa arab sesuatu yang melebihi dua disebut jama’, jama’ bias di artikan banyak, banyak yang tak punya jumlah artinya tak terhingga, mungkin ini ni asal muasal lagu “Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa”.

“Terus siapa yang punya ide memperingati hari ibu hanya satu hari, harusnya tiga hari yakan Bud?” tanyaku dalam mimpi,

“Memang dasar entek gak nyambung penulis gadungan hahahaha” jawab budi sambil terkekeh dalam mimpiku.

Libasan rotan di pahaku mendarat dari ustadz Mughni karena telat solat subuh………

            Buat para pembaca maafkan pikiran-pikiran liar saya ya, boleh dikoreksi di kolom komentar kok tulisan saya hehe, buat seluruh ibu di dunia “I LOVE YOU”, terkhusus buat Bunda Adnen, Mamak Kay dan Mama Ukasya.

Rabu, 14 Desember 2022

ANAK KU

Oek..Oekkk....Oekk.. Akhirnya kau menatap dunia anakku,  

Menepis kerinduan sembilan bulan lamanya, 

Kudengar suaramu lantang dari selah-selah kaki ibumu,

Kuharap kau terus sadar asal hadirmu merobek kulit ibumu yang berteriak akhhh...akhhh

Senyum yang terselimuti rasa sakit sambil mencubit kulit gelap ayahmu,

Kubisikan pelan dengan mata yang memerah agar nama tuhan mu yang pertama kali kau dengar,

Pakaian terbaik hasil bersimpuh keringat di bawah terik panas matahari ku pakaikan,

Ibumu masih bersimpuh di pojok sana,

Kau hadirkan senyum tipis bibir mu dengan mata terpejam di sudut sini,

Kuingat pertama kali kau terbalut kain coklat seragam dengan koplok di kepalamu,

Kuingat tahun, bulan, hari, jam, menit dan detik ini sambil menadahkan tangan ke atas,

Tak ku pinta rupa hanya ku pinta hadirmu dengan selamat,

Ingat lah anak ku,

Jangan lantangkan suaramu melebihi teriakan ibumu saat kepalamu merobek kulitnya pun ayahmu,

Ingat lah anak ku,

Kuharap besarmu bermanfaat buat nama yang pertama ku bisikan di telinganmu,

Ingat lah anak ku,

Ada harap yang tak pernah lelah ku panjatkan di setiap sujud ku,



Rabu, 03 Agustus 2022

ONE DAY IN THE NEW RUSH (PART II)

                             Alhamdulillah cerita kemarin dapat banyak respon positif dari penikmat literasi, kali ini aku mau cerita lebih lanjut, tapi sebelum itu aku mau kasih hadiah nih berupa satu botol parfume isi 30 ml dari INDAH PARFUME buat yang komentarnya paling menarik, jangan sampai ketinggalan hadiahnya dong buat penikmat literasi , walaupun hadiahnya gak besar tapi yah cuma itu aja yang bisa aku kasih, setidaknya bisa dipakai buat sholat kok hehehe.

                                Aku masih duduk diapit oleh dua ustadz masyhur di Aceh Tamiang, tak jarang dalam perjalanan kami bercerita perihal agama, kadang politik dan tentunya disertai candaan sedikit-sedikit, missal bercerita tentang sosok pemimpin, argumen dari bg Luqman yang teoritis, kemudian dibantah dengan cerita sosok Umar Bin Khattab dari Akhi Irhamuddin  sebagai contoh sosok pemimpin yang memang mumpuni sebagai pemimpin, kalau tentang sejarah memang Akhi Irham paling rapi menyampaikanya, bg Luqman juga tidak kalah keilmuannya, tapi soal sejarah kami nyerah pada Akhi Irham.

                                Ngomong-ngomong soal judul tulisan ini, itu karena hampir separuh perjalanan asik bercerita tentang mobil, nampaknya bentar-bentar lagi ada yang bakal beli mobil baru nih, guyonan yang memaksa secara perlahan untuk ustadz yang satu ini di tuntut membeli mobil karena sudah mestinya naik mobil, ditambah lagi selain ustadz juga sebagai bapak kepsek, sesekali menyindir mobil Rush baru milik komandan ginting, rasanya beda ketika naik Agya merah yang kemarin hehe.

                                Entah pukul berapa kami baru masuk jalan Tol, aku sampai lupa lihat jam karena asik mengikuti perbincangan yang tak habis kami ceritakan, pokoknya sudah sore lah kami baru masuk tol, awalnya masih aman sih, plang arah jalan terpampang di setiap simpang, komandan Ginting pun semakin percaya diri menginjak pedal gas laju menyalip-nyalip bak seorang pembalap sepeda motor, sesekali berceloteh “macam orang kampung awak bah motong dari kanan”, mental-mental pengacara nya sesekali keluar, sebelum menuju arah Kualanamu kami singgah di elfet untuk mengambil barang milik bg Luqman, dapat lah merokok sebat sambil menunggu di ujung pintu Tol, setelah itu perjalanan kami lanjutkan, mulai ke arah Kualanamu.

                                Dua orang Medan yang duduk di depan mulai membuka perbincangan soal jalan terbaik menuju Mawaridussalam agar sampai tepat waktu, Komandan ginting mulai mengaku-ngaku orang Patumbak, apalagi Ustadz Joni yang mengaku orang Medan, hari mulai gelap dan kami bertiga yang duduk di belakang asli orang Aceh Tamiang tenang-tenang saja karena memang mengandalkan orang yang mengaku asli Patumbak dan asli Amplas yang duduk di depan, awalnya semua berjalan dengan baik, tapi tanpa sadar lampu mobil sudah mulai hidup, pertanda hari sudah benar-benar gelap dong, hati sudah mulai cemas, tapi Komandan Ginting masih percaya diri dengan jalan yang pernah ia lalui karena sudah sering ke Mawaridussalam, Navigator juga mulai cemas tapi masih mengikuti plang jalan, mobil perlahan mulai pelan saat sedang di persimpangan jalan untuk dapat melihat arah jalan yang alasannya kalau malam kurang Nampak hehehehe.

                                “haaa ini jalannya, udah betol ini” kata Komandan Ginting, akhirnya sepakat lah kalau sholat nanti di jama’ ta’khir karena memang tak terkejar maghrib di Mawaridussalam, akhirnya kami keluar jalan Tol dan merasa tenang karena mungkin  sebentar lagi sampai, tiba tiba kata ragu mulai keluar dari ustazd Joni, “ini keknya kita balik ini ting, salah jalan ni gak?”, di sambut Komandan Ginting, “apa iya ustadz?” akhirnya orang asli Aceh Tamiang di sebelahku buka mbah Goggle, ternyata benar kecemasan kami dari tadi, FIX kita salah jalan, okay sekarang kita kembali masuk jalan Tol dan sekarang keluar dari ketersesatan dan kembali kepada jalan yang benar, benar kata pepatah malu bertanya jalan-jalan!, tapi bagaimana mau bertanya? Bukannya malu tapi di jalan Tol mau Tanya siapa? Ditambah lagi yang membawa kami orang Medan, tidak mungkin tersesat kan orang Medan, tiba – tiba semua teringat dengan bg Ucok yang kami jumpa di Keripik Cinta, dengan bangganya kami tadi sore memperkenalkan dua orang Medan yang di mobil ini, hehehe, itu lah yang dinamakan “kualek kateu urang Tamiang”, memang kalau udah minum air sungai Tamiang, bukan hanya kampung halaman yang lupa, jalan nya pun lupa hehehe.

                                Akhirnya kami sampai di Mawaridussalam sebelum isya, dan benar aku rindu masa-masa itu, berjumpa wali-wali kelas dulu seolah malam itu aku santri yang sedang belajar malam di kelas bersama wali kelas Ustadz Amman Lingga dan besok harus masuk kelas pelajaran Muthola’ah.

“KALAU ANTUM-ANTUM YANG TADI SORE TERSESAT DI JALAN TOL, BAGAIMANA PERASAANNYA MALAM INI?” hehehe afwan abang-abang dan khususnya ustadz Joni, ini idenya Akhi Irhamuddin orang Bandar Mahligai……

                                Sebelum pulang ke Aceh kami ngopi bersama ustadz-ustadz dan alumni di Grenn Coffe, tak usah ku ceritakan, karna nanti tertawa terbahak bahak mendengar cerita dari ustadz Amman Lingga tentang ustadz yang dulu lagi belajar mobil, dan celoteh ustadz Wahid tentang “ki fi ci” alias KFC, sekali lagi Affwan ustadzzzzzzzzzzzz hehehehe

Jangan lupa isi pendapat kalian di kolom komentar, ada hadiahnya lohhh....

Sekian Asslamualaikum wr.wb        

  



Minggu, 31 Juli 2022

ONE DAY IN THE NEW RUSH (PART I)

Assalamualaikum sobat literasi dimanapun kalian berada, lama tak besuo kata orang-orang,  maaf baru bisa menulis lagi karena kesibukan yang sebenarnya tak seberapa hehe...

            Minggu ini keluarga besar IKRH mendapat tiga kabar duka sekaligus, pertama meninggalnya ustadz Mukhlis Mubarak kemudian disusul oleh ustadz Harmain dan belum lama ini abangda tercinta Akhi Mahyal Fahri, semoga mereka mendapatkan tempat terbaik disis Allah SWT, Aminnnn...Alfatihahhh.

            Singkat cerita malam ini tahlilan malam ketiga almarhum ustadz Harmain di Pondok Mawaridussalam di daerah Kualanamu, masuk pesan singkat dari komandan ginting sekitar pukul 09.30 wib di group whatsapp IKRH untuk berkunjung ke Mawaridussalam menghadiri tahlilan, dalam hati berkata "ingin rasanya ikut bersama rombongan ke Mawaridussalam" untuk melepas rindu, karena rasanya melihat Mawaridussalam sekarang seakan berada di Raudhatul Hasanah Tempoe Doeloe....

            Karena masih ada pekerjaan rasanya enggan membalas pesan dari komandan Ginting karena di pastikan tidak bisa ikut ke Mawaridussalam, tak lama kemudian ada panggilan masuk dari komandan Ginting,

"Assalamualaikum" sapa komandan

"Waalaikumsalam" jawab ku

"Ada kegiatanmu hari ini Jack?" tanya komandan dengan tidak basa-basi, karena kebiasaan beliau selalu to tha point, jarang sekali ada muqaddimahnya dulu, melalui percakapan singkat itu aku berbohong dengan tidak ada kerjaan demi bisa ikut, 

Betapa maha mendengarnya Allah SWT ketika hambanya mempunyai keinginan langsung di gerakkan hati komandan Ginting untuk menelpon hambanya yang kepingin ikut ke Mawaridussalam, itu lah yang dinamakan rezeki anak sholeh hehehe...

            Kami janjian bertemu di ujung titi Tamiang pukul 14.00 wib, sudah terparkir New Rush abu rokok di ujung titi Tamiang, betapa terkejutnya saat kubuka pintu belakang sudah duduk di dalamnya Akhi Irham dan bg Luqman, aku duduk di tengah di apit dua ustadz dengan macam keilmuannya, sebelah kiri Akhi Irham dan sebelah kanan bg Luqman, di depan ada ustadz Joni dan yang menyetir sudah tau dong siapa?, sebenarnya sebelum buka pintu aku sudah tau orang-orang yang ada di dalamnya, hanya agar tulisanku lebih dramatis, jadinya aku tulis seolah-olah terkejut ketika membuka pintu, dan juga pengalihan isu karna sebenarnya aku sudah menunggu di ujung Titi dari selesai sholat dzuhur dan mobil Rush itu sampai kira kira pukul 14.30 wib, seperti medianya Pemerintah saat ini ketika ada isu yang besar di tutup-tutupi dengan isu kecil yang di besar-besarkan, kalau kuceritakan yang sebenarnya nanti aku kualat hehe, maaf ustadzziiiii....

Okay.. tadi itu Muqaddaimahnya, sekarang cerita kita mulai....

            Benar memang dunia tak seluas daun kelor, kami berhenti untuk sholat ashar di Keripik Cinta, karena ada usul bisa santai sambil menikmati keripik gratis, nasi gratis dan kopi gratis dong tentunya, eh...bertemu disitu dengan bg Ucok orang kualasimpang yang juga mampir disitu, aku tak kenal dengan bg Ucok, tapi usatdz-ustadz yang duduk di sebelahku dalam mobil tentu terkenal lah, itulah nikmatnya jadi ustadz, dimana bumi di pijak disitu ada aja orang yang menyapa, ngobrol di depan dapur kripik cinta sambil menikmati tarian dari anak-anak yatim piatu yang di kelola oleh owner kripik cinta, dalam hati "mulia sekali pengelola kripik cinta".

            Saat ingin beranjak, bg Ucok bertanya tentang tujuan kami, karena profesi bg Ucok seorang supir, dia seolah memberi saran jalan agar tidak tersesat di jalan Tol, dengan bangganya kami memperkenalkan dua orang medan yang sedang menyetir dan menjadi navigator di sebelah supir, bg Ucok pun "Ohhhh.. yasudah lah kalau begitu", kami pun melanjutkan perjalanan mengingat agar dapat sholat maghrib di Mawaridussalam.



        Ceritanya masih panjang, masih banyak cerita misterius di jalan Tol, kita sambung Part II ya?... Komen di kolom komentar ya tentang pendapat kalian.

            

PKU Angkatan 12 Aceh Tamiang

 Jam 07.00 wib tanggal 20 juni 2025 seluruh peserta Pelatihan Kader Ulama di wajibkan hadir di hotel Grand Arya Aceh Tamiang untuk register ...