Selasa, 08 Juni 2021

ISLAM JUGA KONVENSIONAL

 

Assalamualaikum WR.WB

                Apa kabar sahabat literasi dimana pun kalian berada, untuk pengguna BSI di daerah Aceh yang masih dalam gangguan sepertinya harus banyak bersabar deh hehe… karena prosesnya mungkin rumit, sejauh ini mungkin kita gak ngerti apa sih keadaan di dalam sehingga membuat nasabah binngung dan bimbang, sehingga mengganggu transaksi kita dan membuat orang jadi berpikir dua kali untuk menggunakan Bank Syariah, semoga saja semua dapat berjalan lancar sehingga kita dapat bertransaksi lagi dengan system syariah ya, sehingga kita mungkin sedikit terbantu untuk terhindar dari riba. Sebab itu sepertinya kita harus dukung konsep konsep Bank Syariah di Aceh yang kita cintai, ya gak? Iyalah masak enggak? Hehe.,,,,

                Sebenarnya pembahasannya sih gak rumit ya, tapi secara garis besar masih banyak di antara anak muda bahkan bapak –bapak yang belum mengerti bank syariah, konsep dasarnya simple yang membedakan Bank Syariah dan Konvensional, ada tiga saja konsep dasar yang membedakannya, yang pertama Bank Konvensional berprinsip bebas nilai sedangkan Bank Syariah menjunjung tinggi prinsip syariah islam menyatakan tidak bebas nilai, yang kedua menyangkut tentang pertumbuhan dana yang disimpan nasabah  di kedua jenis bank tersebut. Di bank konvensional, uang akan bertumbuh dengan adanya pemberian bunga yang didapat dari pengelolaan pihak bank. Namun, bank syariah menolak sistem bunga tersebut, Untuk menumbuhkan uang nasabahnya, bank ini menerapkan sistem bagi hasil, nah yang ketiga ini mungkin menjadi alasan dasar kenapa syariah tidak di sukai banyak kalangan, ingat salah satu yang tidak disukai orang-orang yahudi islam  kembali menjalankan syariahnya, sehingga islam bersatu dan upaya mereka membuat umat islam berkelompok-kelompok gagal, yang membedakan terakhir yaitu mengenai pandangan terhadap uang. Bank konvensional melihat uang sebagai komoditas. Artinya, uang dipandang sebagai barang yang dapat diperjual-belikan. Sementara itu, bank syariah memandang uang sebagai alat tukar. Jadi, dalam bank syariah, uang tidak dapat diperjual-belikan, namun dapat ditukarkan kepada bentuk lain sesuai kebutuhan, mungkin ini hanya konsep dasarnya sehingga kita terlepasa dari riba, untuk lebih mendalam lagi silahkan Tanya para pakar ekonomi syariah atau perbankan syariah.

                Atas problem yang sama sama kita alami saat ini saya berharap kita tetap tenang dan sabar, setidaknya kita tetap dukung system syariah walaupun unek-unek sepertinya sudah menumpuk ya, sebenarnya biasa saat puncak keberhasilan ingin di capai tentu ada sekelompok penghalang yang merasa dirugikan dengan adanya Bank Syariah, dirugikan dalam bentuk apapun, tapi terlepas dari semua urusan Bank, Islam punya loh konsep konvensional dengan bunga yang tak terhingga atau unlimited, sepertinya semua sudah tau tapi belum sadar saja  akan hal ini, jika sadar mungkin orang orang tidak ingin menabung lagi di bank konvensional atau bank syariah, orang orang islam akan lebih memilih konvensional secara islam hehe, apa tuhhhhh?

Tau gak Allah SWT telah berfirman di dalam surat Al Baqarah ayat 261 yang artinya:

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji, Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah mahaluas maha mengetahui”

                  Ternyata islam juga seperti konvensional, melipat gandakan uang dengan berlipat lipat ganda, tapi tentunya itu hak prerogratif nya Allah SWT dan janji ALLAH tanpa kesepakatan oleh siapa pun, berbeda dengan bank yang ada di dunia, bank nya Allah sungguh maha luas dan tak terbendung oleh apapun, dengan apa kita berinvestasi? Dengan menginfakkan sebagian harta kita di jalan Allah SWT, begitulah kira kira maksud judul di atas “ISLAM JUGA KONVENSIONAL” dengan cara menginfakkan sebagian harta kita dan sisanya tetap di tabung di Bank Syariah dong hehe…...






Mohon saran dan kritiknya, semoga bermanfaat, jika terdapat kesalahan mohon di beri petunjuk, sekian

Assalamualaikum WR. WB

Rabu, 02 Juni 2021

STATUS CELANA CINGKRANG

Assalamu’alaikum Wr.Wb

“Negeri ku Indonesia, Islam di anggap teroris padahal mayoritas, dan kalian yang menganggap islam teroris, bukan kah kalian islam?, jika kalian islam, katakana siapa yang menjadikan kalian antek anteknya?”

            Sudah lah jangan perhatikan guyonan di atas hehe, Literasi Islami kali ini ingin membahas sedikit tentang yang sekarang menjadi olok-olokan, Celana cingkrang menjadi perbincangan hangat sejak dua tahun terakhir, puncaknya saat terpilih pak Joko Widodo sebagai presiden Indonesia di periode keduanya, celana cingkrang atau orang  memakai celana diatas mata kaki menjadi olok-olokan bahkan hampir dilarang statusnya, dianggap sebagai pengikut aliran teroris, yang membuat heran adalah bukan kah mereka yang melarang juga muslim, mungkin ada perbedaan pendapat, tapi ini kan syariat, jika hanya perbedaan pendapat kenapa hampir dilarang?, tapi kali ini Literasi Islami lebih tertarik membahas larangan isbal menurut syari’at dari pada membahas kenapa hampir dilarang.

            Apa itu isbal? Isbal adalah perbuatan yang memanjangkan pakaiannya sampai di bawah mata kaki bagi laki-laki, terdapat larangan juga ancaman neraka terhadap perbuatan isbal, Rasulullah juga berulang kali memperingati masalah ini dan langsung mencontohkannya kepada sahabat, dilarang nya perbuatan isbal di sebabkan terdapat indikasi kesombongan didalamnya, “Al Hafiz Ibnu Hajar” dalam Fathul Baari 10/264 berkata: “Sesungguhnya Isbal itu menghendaki dipanjangkannya pakaian, sedang memanjangkan pakaian itu menghendaki adanya kesombongan sekalipun orang yang memakainya tidak bermaksud demikian”, kemudian di perkuat oleh riwayat dari Ibnu Umar RA yang dinyatakan marfu’ sampai kepada nabi SAW, sabda beliau:

وايك وإسبال الإزار فإن اسبل الإزار من المخيلة ولا يحبهآلله

Artinya : “Dan hindarilah olehmu isbal dalam berpakaian karena sesungguhnya memanjangkan pakaian melewati mata kaki itu termasuk tanda kesombongan “ (Hadist Shahih)

            Ditulis oleh Walid Bin Muhammad Nabih dalam buku “Larangan Berpakaian Isbal”  yang bermanhaj salaf, ada beberapa perkara yang mewajibkan kita menjauhi diri pada perbuatan isbal, dan di antaranya :

Pertama     : Adanya ancaman neraka

  “dari Abu Hurairah R.A dari Nabi SAW, beliau bersabda “Apa yang turun dari mata       kaki dari pakaian maka (tempatnya) di neraka” (Hadist ini di takhrij oleh Al Bukhari)

 

 

 

Kedua           : Terdapat perintah untuk mengangkat pakaian

       Dari Amru bin As Syarid R.A berkata Rasulullah SAW bersabda kepada seorang    lelaki yang menjulurkan pakaiannya ke tanah “Angkatlah pakaianmu dan                      bertaqwalah kepada Allah” (derajat hadist hasan lighairihi di takhrij leh Ahmad)

 

Ketiga           :  Adanya larangan isbal secara mutlak

                       Dari Al Mughirah bin Syu’bah R.A berkata, telah bersabda Rasulullah SAW, “Wahai       Sufyan bin Sahl jangan kamu melakukan isbal, sebab Allah SWT tidak menyukai           orang yang melakukan isbal” (Hadist ini dinyatakan hasan oleh Syekh Al –Albany         dalam Shahih Ibnu Majah)

 

            Dan atas dasar kita sebagai umat nabi Muhammad SAW hendaknya kita meneladani Rasulullah SAW, jika Rasulullah yang beliau adalah manusia paling bertaqwa dan paling jauh dari sifat kesombongan namun beliau tawadhu’ (merendahkan diri) lalu memendekkan pakaiannya khawatir akan terjadinya ujub (angkuh) dan kesombongan pada dirinya, maka mengapa tidak menjadikan beliau qudwah (panutan), orang-orang yang mengaku bahwasanya larangan melakukan isbal itu hanya jika disertai kesombongan ataukah mereka lebih tawadhu’ dari pada baginda nabi SAW.

 

            Bahkan tidak kita dapati suatu kesombongan pun yang dilakukan (oleh seseorang) yang lebih besar dari pada yang dilakukan oleh orang yang telah mengetahui adanya ancaman dari nabi SAW kemudian dia masih tetap melakukannya, dilarangnya isbal karena terindikasi adanya kesombongan, yang memberi conth ialah manusia yang paling tawadhu’ di muka bumi, kemudian masih adakah yang mengatakan “pakaian saya hingga melewati mata kaki tapi bukan karena sombong” yang menjadi pertanyaan apakah rosulullah mengada-ada sehingga ada nya ancaman neraka, sungguh Allah dan Rasulnya lebih tahu.

            Literasi Islami tidak menyindir kalangan manapun, mungkin akan tetap ada beberapa bantahan terhadap kasus ini, tapi setidaknya disini Literasi ingin berpesan bahwa celana cingkrang bukan lah teroris hanya saja mereka mengikuti syariat yang di ajarkan baginda Rasulullah SAW, semoga tidak ada lagi olok-olokan dan kita saling menghargai satu dan yang lain nya, semoga bermanfaat.

Assalamualaikum Wr.Wb


Rabu, 05 Mei 2021

Filosofi Puasa Ulat dan Ular

 

Assalamu’alaikum Wr.Wb

            Hai penikmat Literasi Islami, semoga Ramadhan kali ini memberikan kita semangat untuk mencapai “Rayyan” (pintu Syurga), pintu yang disiapkan untuk orang-orang yang berpuasa, diriwatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Sahl Bin Saad, Nabi SAW Bersabda, Surga itu mempunyai sebuah pintu yang dinamakan “ Ar-Rayyan” yang tidak memasuki pintu itu selain orang-orang  yang berpuasa, dan di janjikan dengan menjumpai Allah Ta’ala pada balasan puasanya. Kemudian dimanakah kedudukan puasa kita kali ini?, semoga kita semua mencapai “Ar-Rayyan”.

            Literasi Islami memberikan dua pandangan terhadap kedudukan puasa, sebuah filosofi sederhana antara Ulat dan Ular, kedua hewan ini adalah hewan melata, tahukah anda bagaimana Ulat dan Ular berjalan?, mungkin cara kedua hewan ini berjalan hampir sama, tapi tentu ulat terlihat lebih buruk dari pada ular, coba perhatikan adakah pencinta ulat?, ataukah kita lebih sering mendengar pencinta Reptil?.

            Dalam pelajaran biologi kita pasti pernah mempelajari tentang metamorfosis, tapi anggaplah ulat yang hina dan tidak di perdulikan keberadaanya itu menyadari akan dirinya yang hina, karena kesadarannya kemudian dia berkeinginan merubah dirinya menjadi lebih baik, ulat kemudian berpuasa, menahan diri dari lapar, haus dan menyendiri di balik selimut kepompong, setelah sekitar dua minggu lamanya berpuasa didalam kepompong si ulat kemudian keluar dari kepompong nya, tapi bukan sebagai ulat, dia merubah wujud dan namanya menjadi kupu-kupu, yang awalnya adalah ulat, berjalan di tanah dan menjijikan kini menjadi kupu-kupu , terbang dan indah. Dalam ilmu biologi disebut metamorfosis, tapi secara tidak langsung kita sadar bahwa selama berada di dalam kepompong ulat berpuasa, tidak makan dan tidak minum.

            Tak jauh berbeda dengan ulat, seekor ular juga berpuasa beberapa hari menahan haus dan lapar untuk mengganti kulitnya, setelah berpuasa dan mengganti kulitnya, hewan melata itu tetaplah menjadi ular, tetap berjalan di tanah, dia tidak terbang setelah berpuasa untuk mengganti  kulitnya (metamorfosis), ular tetaplah ular, namanya pun tak berubah, bahkan manusia pun tetap memandangnya dengan rasa takut, mengerikan dan berbahaya, berbeda dengan ulat yang awal nya lebih terhina dan terkesan menjijikan kini keberadaannya digadang-gadang  akan ada tamu yang datang kerumah, entah dari mana mitos itu, tapi begitulah orang tua katakan jika melihat kupu-kupu di rumah, dengan puasa seekor ulat dapat merubah dirinya menjadi lebih baik dan menjadi lebih berarti, ular juga berpuasa tapi hanya mampu mengganti kulitnya dan tidak merubah apa pun dari bentuknya, karena itu ular terkadang sering di jadikan kambing hitam dalam percakapan manusia “dasar ular!”

 

            Di tahun 1442 H ini bagaimanakah puasa kita?, dapat kah puasa seperti ulat sehingga setelah ramadhan akan menjadi kupu-kupu, yang awalnya keberadaan kita diabaikan oleh masyarakat tapi

setelah ramadhan kehadiran kita dinantikan di setiap jema’ah lima waktu, atau kita akan berpuasa seperti ular?, yang awal nya mengerikan dan setelah ramadhan akan kelihatan lebih mengerikan, keberadaan kita pun dicemaskan oleh masyarakat, dan pada intinya puasa kita tak memberi perubahan setelah ramadhan yang kita lalui, dan seperti yang sering kita dengar “hanya mendapatkan lapar dan haus”

كل   حسنة  بعشر  امثالها الى سبعماءىة  ضعف  اﻻ  الصيام  فاءنه   لى   و  انا اجزء  به

“Tiap perbuatan baik pahalanya 10 kali sampai kepada tujuh ratus kali selain daripada puasa, maka puasa itu adalah bagiku dan aku akan membalasnya” (HR.Al-Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairah).

Begitulah perumpamaan puasa, tak disebut pasti berapa pahalanya, hanya Allah SWT yang berhak atas pahala puasa, karena puasa adalah antara manusia dan Allah Swt yang tahu. Karena tidak seorang pun yang tau hari ini kita puasa atau tidak.

            Semoga tahun ini puasa kita dapat merubah kita menjadi pribadi lebih baik, dan ramadhan menjadikan kita lebih bersinergi dalam menjalani kehidupan, semoga “Ar-Rayyan” merindukan kehadiran kita memasuki pintunya, Alhamdulillah selesai ringkasan singkat tentang filosofi puasa Ulat dan Ular yang saya kutip dari tausiah ustadz Ali Hasan, S,Pdi tadi malam, ulasannya menarik saya untuk mengangkat judul ini, semoga bermanfaat untuk kita semua dan khususnya saya sendiri.

Assalamualaikum.wr.wb

Senin, 19 April 2021

I LOVE STUDY (REFERENSI DARI KITAB IHYA'ULUMUDDIN KARANGAN IMAM AL-GHAZZALI)

 

ASSALAMUALAIKUM WR.WB

Apa kabar teman-teman pembaca yang sedang menikmati Literasi Islami, kali ini kita akan membahas tentang Keutamaan Ilmu, Belajar dan Mengajar, sebagian isi dari tulisan ini saya ambil referensi dari Kitab Ihya’ Ulumuddin karangan Imam Al-Ghazzali, selamat menikmati dan semoga menjadi berkah untuk kita semua.

            Ilmu adalah jendela dunia, jika ingin melihat dunia maka perbanyaklah ilmu, mau tidak mau atau suka tidak suka manusia pasti pembelajar, kalau kita mengingat sedikit kembalikan memori kita ke masa dimana kita terbaring kemudian mulai duduk dan terus merangkak hingga bisa berjalan dan berlari jika bukanlah karena sebuah pengajaran dan pembelajaran, tanpa kita sadari sepanjang hidup kita adalah sebuah pembelajaran, tergantung setiap kita menyikapinya seperti apa.

            Dalam Kitabnya “IHYA’ ULUMUDDIN” Imam Al-Ghazzali menegaskan tentang Kautamaan Ilmu, Belajar dan Mengajar, ia seorang tokoh terkemuka dalam kencah Filsafat dan Tasawuf, menulis kitab begitu banyak dan begitu terkenal di kalangan nya hingga saat ini, di dalam Ihya’ Ulumuddin yang terdiri dari 4 Jilid yang sudah di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, pada jilid pertama dan bab pertama Imam Al-Ghazzali membuka karangannya dengan diawali tentang Keutamaan Ilmu, Belajar dan Mengajar, membuktikan betapa pentingnya Ilmu, betapa pentingnya seorang pelajar dan pengajar .

QS. Al Mujahadah Ayat 11

Artinya: “Di angkat oleh orang-orang beriman daripada kamu dan orang-orang yang di beri Ilmu dengan beberapa tingkat”

Ibnu Abbas RA mengatakan, “unutk Ulama (orang berilmu) beberapa tingkat di atas orang mu’min dengan 700 tingkat tingginya , antara dua tingkat itu jaraknya 500 tahun perjalanan”, sahabat sekaligus sepupu Nabi SAW tersebut juga seorang berpengetahuan luas dan ahli tafsir, ia juga banyak meriwayatkan hadis-hadis, maka patutlah betapa penting nya Ilmu bagi Ibnu Abbas R.A

            Kita berlindung kepada Allah SWT atas hari pembukaan apa yang tertutup, sesungguhnya manusia itu tertidur, apabila mati maka dia terbangun. Berkata AL-Hasan R.A :                                                                         “ Ditimbang tinta para ulama dengan darah para syuhada, maka beratlah timbangan tinta para ulama itu dari para syuhada”

            Ilmu di bandingkan dengan darah para syuhada, begitu kata Al-Hasan R.A, dan derajatnya jauh diatas orang mukmin menurut Ibnu Abbas R.A, begitulah menurut dua tokoh islam di zaman itu, dan kemudian di zaman yang serba canggih ini, apakah ilmu itu menurut kita?.

Bersabda Nabi SAW :

طلب العلم فريضة علي كل مسلم

“ Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim”

 

 

 

            Setelah Imam Al-Ghazzali membuka karangannya dengan keutamaan ilmu, kemudian disusul di bagian kedua, ialah tentang keutamaan belajar,ilmu tentu hanya dapat kita gapai dengan belajar , seperti hadis di atas yang diriwayatkan Abu Na’im dari Ali dan sanad hadis marfu’, bahwasanya menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk menuntut ilmu atau belajar.

Berkata Imam Asy-Syafi’i R.A : “Menuntut Ilmu adalah lebih utama daripada berbuat ibadah sunnah”. Ibadah itu baik dan harus kita kerjakan, tapi cobalah berilmu terlebih dahulu sebelum melakukan ibadah, mungkin begitu maksud Imam Asy-Syafi’i menurut penafsiran saya sendiri.

            Allah SWT telah memfasilitasi kepada dunia tentang ilmu, maka wajiblah kita menuntutnya, setelah itu jadilah pengajar, karena ilmu bila telah di tuntut maka haram menyembunyikannya, oleh karenanya sebarkanlah ilmu itu sejauh mata memandang , sampaikanlah, kepada siapapun tentang ilmu mu.

QS. Al-Baqarah ayat 146

Artinya: “Ssungguhnya satu golongan dari mereka menyembunyikan kebenaran sedang mereka itu mengetahuinya”

            Ilmu , Pelajar dan Pengajar berserikat terus menyambung sampai hari kiamat datang, Ilmu tak akan pernah hilang, Pelajar tak akan pernah habis, Pengajar tak akan pernah mati, karena ilmu itu, kehidupan hati dari kebutaan, sinar penglihatan dari kedzaliman dan tenaga badan dari kelemahan, dengan ilmu, hamba Allah itu sampai ke tempat orang baik-baik dan derajat tinggi, memikirkan ilmu seimbang dengan berpuasa, mengulang – ulanginya seimbang dengan mengerjakan sholat, dengan ilmu orang taat kepada Allah Azza Wajalla, beribadah, berjanji, bertauhid, menjadi mulia, menjadi wara’, menyambung silaturahmi dan mengetahui halal-haram, ilmu itu iman dan amal itu pengikutnya, di ilhamkan ilmu  kepada orang-orang berbahagia dan di haramkan kepada orang-orang celaka, kita bermohon kepada Allah SWT taufiq yang baik.

            Alhamdulillah ringkasan singkat tentang Ilmu, belajar dan mengajar selesai saya tulis dan saya bagi, semoga menjadi pembelajaran buat saya pribadi dan khususnya untukkita semua, semoga kita dapat menjalankan puasa dengan keberkahan yang melimpah, dan semoga setelah bulan Ramadhan ini kita semakin bertambah lah ilmu pada diri kita.

wasslamualaikum Wr.Wb.

Minggu, 06 Desember 2020

MEMBANGUN SIKAP DENGAN UKHUWAH ISLAMIAH

 

Dalam kehidupan di dunia kata “Ukhuwah Islamiah” adalah kata yang sudah umum di dengar, bahkan tak jarang para guru-guru dan ustadz kita menggunakan kata Ukhuwah Islamiah sebagai tema tausiah ataupun khutbah, sepertinya semua setuju dengan pernyataan saya, namun dengan demikian apakah kita sudah paham Ukhuwah Islamiah? kalau pun kita sudah paham sudahkah kita sebagai ummat menjalankan Ukhuwah dengan baik?

            Ukhuwah berasal dari kata bahasa arab yang di ambil dari kata Akhi yang artinya saudara, kemudian mari kita defenisikan ukhuwah sebagai persaudaraan, nah Islamiah adalah ikatan yang membuat dari setiap kita wajib menjaga Ukhuwah dalam ikatan sesama muslim, mungkin ini sebagai defenisi umum dalam Ukhuah Islamiah, perkara ini bukan lah hal yang kecil dalam islam, dalam Al-Quran tepatnya pada surat Ali-Imran Ayat 112,  Allah SWT mengingatkan kepada makhluknya tentang selain hubungan yang baik kepada sang pencipta, manusia juga harus menjaga hubungan baiknya sesama manusia, saat berbicara tentang Ukhuwah banyak orang yang berpersepsi bahwa Ukhuwah itu hanya tentang saudara sedarah, sepupu, paman, bibi dll, kali ini mari kita sedikit memperluas makna Ukhuwah Islamiah.

            Sadarkah kita tentang perperangan yang sering terjadi pada diri kita, ini bukan tentang Negara, atau pun ini bukan tentang FPI, ini tentang kita masing-masing, sadarkah kita begitu banyak Ukhuwah yang kita langgar, misal perkelahian sesama kita saat saling adu mulut antar sesama pengendara motor di jalanan hanya karena merasa benar dari pengendara yang ugal-ugaan atau hanya merasa jengkel dalam hati melihat pengendara yang lain, iri sesama rekan kerja, kesal kepada konsumen yang banyak bertanya, adakah kita pernah merasa seperti itu, atau kadang kita jengkel melihat tetangga yang baru saja membeli mobil baru, bahkan merasa derajat kita lebih tinggi dari yang lain?, apakah kita sadar hal kecil lainnya yang menimbulkan rasa jengkel dalam hati yang membuat menurunnya tingkat kebahagiaan di sebabkan hati yang sering di kotori dengan hal hal kecil semacam itu,  dan kemudian Ukhuwah apa yang selama ini kita jaga,Ukhuwah Islamiah adalah sikap, sikap yang kita apresiasikan dari hati, jika kita masih merasa iri sesama muslim atau bahkan tingkat kepedulian kita sedikit terhadap sesama umat, kita masih sering marah-marah di kantor, dijalanan dan bahkan kita sering merasa jengkel di mesjid dengan sesama kita yang cara beribadahnya tidak sesuai dengan cara kita, kemudian Ukhuwah mana yang kita terapkan dalam keseharian kita?, mari sama sama kita merenung sesaat untuk membersihkan hati dengan menjaga Ukhuwah Islamiah. Karena Ukhuwah adalah sikap dan sikap kita membantu kita merasa bahagia.

Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda: 

Man ahabba anyubsatho lahu fii rizqihi wa yunsaalahu fii atsarihi falyashil rohimahu

Artiny : Barang siapa yang ingin di lapangkan rizkinya dan di panjangkan umurnya maka sambunglah tali silaturahmi.

Tapi ada sedikit yang harus kita pahami dari hadist di atas, panjang umur diatas konotasinya adalah khiasan, bukan umur seperti yang kita bayangkan, maksudnya adalah walaupun manusia telah wafat namun akan ada nama yang dikenang karena silaturahmi yang dijalanin dengan baik, logika yang dapat kita ambil dari hadist ini adalah, pertemanan dan keakraban sesama muslim bahkan non muslim yang terjaga dengan baik membuat kita mudah mendapatkan rezeki, semakin banyak pertemanan dan semakin baik kita terhadap siapapun maka semakin mudah rezeki itu kita dapatkan, karena sadar atau tidak terkadang rezeki itu datang dari mulut seseorang, dan percayalah kebaikan kebaikan kecil itu lah yang membuat kita akan tetap hidup mesti kita telah tiada di bumi ini. Semua perihal diatas dapat kita gapai dengan memperbaiki Ukhuwah.

            Indahnya Ukhuwah Islamiah sudah diperintah kan oleh Allah SWT dalam Alquran dan sudah di contohkan lewat hadist Rasulullah SAW, mari kita bersama membangun Ukhuwah Isalmiah yang baik dengan siapa pun, apapun pangkatnya apapun derajatnya sesungguhnya Ukhuwah yang baik membuat kita sadar bahwa setiap orang punya hak yang sama di sisi Allah SWT.

Dalam kesempatan kali ini izinkan saya mengajak rekan-rekan untuk membangun Literasi yang baik dengan mengembangkan teknologi zaman sekarang dengan efesien, bagaimana kita bangun Ukhuwah Islamiah di zaman yang serba canggih ini, seperti nya kita perlu sedikit membaca dan sedikit menulis agar kita bisa membangun Literasi yang baik di kalangan milenial dan membangun Ukhuwah Islamiah secara Teknologi dengan mengikuti perkembangan zaman, karena ada sekelompok orang yang ingin menghancurkan literasi islam di Indonesia dengan mengadu domba, menyerang para ulama dan ustadz dan memfitnah guru-guru besar kita umat muslim lewat sosial media misalnya ataupun youtube.

Hal-hal semacam ini fitnah sumpah serapah bukan hanya terjadi di zaman sekarang, bahkan di zaman para sahabat juga sudah sering terjadi fitnah dan adu domba seperti yang sering terjadi sekarang ini, ada satu hal yang membuat para pemfitnah dan para pengadu domba putus asa untuk memecah belah umat, yaitu dengan menjaga Ukhuwah Islamiah kita dengan baik sesama umat muslim bahkan sesama umat non muslim selagi mereka tidak mengganggu aqidah umat islam, dengan Ukhuwah yang baik menjaga kita dari penyakit hati seperti iri, dengki dll, karena kita merasa kita adalah saudara, dengan menjaga Ukhuwah yang baik mungkin rezeki akan datang,karena entah dari mulut siapa doa itu akan dikabulkan, dengan menjaga Ukhuwah yang baik mungkin nama akan tetap dikenang, karena anak cucu kita perlu tau nama leluhur mereka yang telah wafat tapi masih ada manusia yang mengingat kebaikannya, kemudian bagaimana itu terjadi jika Ukhuwah Isalmiah kita tidak kita jaga dengan baik, tapi ada yang lebih penting dari semua itu, bahwa Ukhuwah yang baik akan menjaga kesatuan kita dalam berbangsa dan beragama, karena dengan Ukhuwah yang baik, para pemfitnah dan pengadu domba akan putus asa, karena umat bersatu.

Sebagai penutup mari kita membangun Literasi agar semakin baik, khususnya Aceh Tamiang yang sama-sama kita cintai ini dengan memperbaiki Ukhuah sesama kita,siapa pun kita, siapa pun anda, siapa pun dia, kita tetap bersaudara, bangkitkan Ukhuwah Islamiah sesama manusia karena itu adalah perintah Al-Quran. Sekian!

Assalamualaikum Wr.Wb

Rabu, 18 November 2020

HIKMAH ANTARA 2007-2020

 Tiga belas tahun lalu ada anak yang ingin bersekolah di Pondok Pesantren, tapi apa daya ekonomi keluarga tak memungkinkan saat itu, dan akhirnya sekolah di sekolah biasa (SMP).

Tiga belas tahun yang  lalu disaat bersamaan ada anak yang di sekolahkan di Pondok Pesantren oleh ayah nya, karena saat itu ekonomi ayahnya yang memang memadai, sebab untuk masuk ke Pondok biayanya memang tak murah.

Tiga belas tahun berlalu anak yang di sekolahkan di sekolah biasa kini lulus sebagai PNS di Kemenkumham.

Tiga belas tahun berlalu anak yang di sekolahkan di Pondok Pesantren hanya sebagai Tenaga Kontrak biasa di Pemerintahan Daerah .

Tiga belas tahun berlalu bukan soal tentang roda yang berputar kadang di atas dan kadang di bawah, bukan! 

Tiga belas tahun lalu andai mungkin anak yang sekolah biasa mampu di sekolahkan oleh ayahnya di Pondok Pesantren, pasti dia akan fokus belajar agama dan tak mampu menghadapi soal SKD dalam ujian PNS.

Tiga belas tahun lalu andai anak yang sekolah di Pondok Pesantren hanya mampu sekolah di sekolah biasa, bisa saja saat ini dia berada di JERUJI BESI!

#BUKANRekayasa_Bersyukurlah

Senin, 18 Mei 2020

Kisah Luqman


Segala puja puji syukur kita panjatkan kehadirat ilahi rabbi yang telah memberikan limpahan rahmatNya sehingga kita masih mendapat nikmat membaca sampai sekarang ini.

Sholawat dan Salam marilah sama-sama kita sanjungkan keharibaan nabi kita Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang terang benderang yang disinari oleh Iman dan Islam.
Semoga apa yang akan dibaca menjadi sebuah renungan  untuk kita semua terkhusus kepada saya sendiri, selamat membaca

(QS:Luqman ayat ke 12)
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".

Tentu semua umat islam tahu tentang kisah Luqman! Luqman adalah seorang pria yang namanya diabadikan Allah SWT dalam Al-Qur’an. Tepatnya dalam surat ke 31, Surat Luqman. Dalam surat tersebut, tepatnya pada ayat 12 sampai 19, terdapat beberapa nasehat Luqman kepada anaknya. Dan nasehat tersebut, adalah nasehat-nasehat indah yang harusnya kita sebagai umat Islam, perlu meneladaninya.

Dalam satu riwayat diceritakan pada suatu hari, Luqman beserta anak lelakinya dalam perjalanan menuju ke Kota. Luqman menaiki keledainya, sedang si Anak berjalan di sebelahnya. Orang-orang memperbincangkannya, bagaimana bisa seorang Ayah tega naik keledai sementara Anaknya dibiarkan berjalan. Lalu setelah mendengarnya, Luqman turun dan menaikkan Anaknya ke keledai sedangkan dia berjalan di sebelahnya.

Namun orang-orang yang melihat kembali memperbincangkan mereka, bagaimana bisa seorang Anak tega membiarkan Ayahnya yang telah renta berjalan sedangkan dia naik keledainya. Lalu setelah mendengarnya, Luqman ikut naik ke atas keledai bersama Anaknya. Namun lagi-lagi orang memperbincangkan mereka.
Orang-orang berkata, bagaimana bisa ada Ayah dan Anak yang tega menaiki keledai kecil sekaligus, kasihan sekali keledainya. Luqman yang mendengar perbincangan tersebut lalu mengajak Anaknya turun dan mereka berjalan di sebelah keledainya. Namun lagi-lagi orang kembali memperbincangkan mereka. Bagaimana ada dua orang Ayah dan Anak bodoh yang berjalan kaki begitu saja sedangkan mereka memiliki keledai yang bisa dinaiki. Luqman kemudian diam saja sampai di kota.
Sesampainya di kota, Luqman mendudukkan Anak lelakinya dan memberinya nasehat. Bahwasanya, apapun perkataan manusia adalah perkataan semata. Kita tak perlu memusingkan apa perkataan mereka, karena kebenaran hanyalah milik Allah semata. Nah apa yang dapat kita ambil dari cerita di atas dan tentang LUQMAN, dua saja point nya:
1. Bagaiman kita hari ini menyikapi hidup sebagimana LUQMAN menasehati Anaknya dengan nasehat-nasehat yang indah.
2. Siapa LUQMAN, Diriwayatkan, Luqman adalah seorang penggembala yang hidup selama 1000 tahun. Sehingga konon dia masih menjumpai masa di mana Nabi Daud AS berkuasa. Luqman sendiri diriwayatkan masih sedarah dengan Nabi Ayub AS dari keturunan Nabi Ibrahim AS. Wallahu’alam bisshawab. Banyak ulama yang meriwayatkan tentang dirinya. Ada beberapa ulama yang mengatakan dia seorang nabi (namun bukan rasul), sehingga memanggilnya dengan Luqman AS (‘alaihissalam). Namun ada juga yang mengatakan bahwa Luqman adalah seorang penggembala biasa, yang Allah karuniakan kepadanya akhlaq dan kebaikan hati sehingga namanya harum dalam Al-Qur’an. Pendapat yang paling banyak diterima adalah yang kedua, yaitu Luqman adalah seorang manusia biasa, bukan nabi atau rasul, namun memiliki hati dan akhlaq yang baik.

Siapapun Luqman, kita percaya bahwa ketika Allah harumkan nama dan nasehatnya dalam Al-Qur’an, maka dia adalah seorang alim yang akhlaqnya sungguh baik luar biasa.
Begitulah cara Allah SWT menjadikan Al Quran sempurna, artinya apa, kita tak pernah tau siapa LUQMAN, kita tak pernah berjumpa dengan nya, tapi ini Al Quran
(QS: Ali Imran ayat ke 3)
“Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil”
Kita tak perlu ragu benarkah adanya sosok yang bernama LUQMAN, cerita LUQMAN dalam Al Quran hanya untuk orang orang yang beriman, Allah Swt tidak menuliskan Nama nama sahabat nabi, abu bakar, umar , utsman , ali yang masih di dunia pun nabi sudah tau mereka akan ke surga tapi Allah menuliskan LUQMAN pada surat ke 31 dalam Al Quran, apa maknanya yang bisa kita aplikasikan di dunia sekarang ini, kita boleh baik karna berada bersama orang yang baik baik, tapi kita akan lebih baik jika kita berada bersama orang yang tidak baik (buruk) tapi  kita tetap menjadi baik dan menjadikan mereka baik,
Terima kasih telah membaca, mari budayakan membaca!

PKU Angkatan 12 Aceh Tamiang

 Jam 07.00 wib tanggal 20 juni 2025 seluruh peserta Pelatihan Kader Ulama di wajibkan hadir di hotel Grand Arya Aceh Tamiang untuk register ...